Real Madrid

Ada apakah dengan Real Madrid?

 

Sebelumnya Real Madrid juga sudah tersingkir di babak semifinal Copa Del Rey oleh Barcelona dengan agregat yang cukup telak 4-1. Ditambah dengan performa Madrid yang tidak begitu bagus di La liga.

Pekan lalu lagi-lagi Madrid harus mengakui kehebatan rival abadinya Barcelona. Bermain di stadium Santiago Bernabeu, Madrid menyerah dengan gol tunggal Ivan Racitic.

Memasuki matchday ke-26, saat ini tim asuhan Santiago Solari tersebut berada di peringkat 3 klasemen,

terpaut 5 poin dari peringkat kedua Atletico Madrid dan 12 poin dari Barcelona yang berada di peringkat pertama. Dan sejauh ini Madrid telah menelan kekalahan sebanyak 8 kali.

Harapan Madrid untuk membawa trofi musim ini hanya tersisa di Liga Champion. Setelah di leg 1 bisa menang atas Ajax di laga tandang dengan score tipis 1-2.

Banyak pihak yang menyatakan prediksi bahwa Real Madrid akan menang mudah di kandang sendiri dan lolos ke babak 8 besar.

Memang benar perkataan “Tidak ada yang tak mungkin di dunia ini”. Siapa yang menyangka mereka akan kalah dengan skor telak 1-4 oleh Ajax? Padahal di markas Ajax, mereka bisa unggul 2-1.

Bermain di depan publik sendiri, Madrid sudah harus kebobolan 2 gol saat laga masih memasuki menit ke-18 yang dicetak oleh Hakim Ziyech dan David Neres. Madrid sempat memberi peluang lewat gol Marco Asensio, sebelum eksekusi free kick cantik dari Lasse Schone menghancurkan peluang Madrid lolos.

Ajax pun lolos dengan agregat 5-3.

Pupus sudah harapan Real Madrid untuk menambah trofi Liga Champion mereka menjadi 14, sekaligus gagal mempertahankan gelar untuk ke-4 kalinya secara berturut-turut.

 

Apakah dikarenakan hengkangnya Ronaldo ke Juventus dan mundurnya pelatih Zinedine Zidane menjadi penyebab utama menurunnya performa Madrid hingga kalah saing dengan klub papan atas di Eropa? Atau pembelian pemain yang kurang efektif bagi klub?

 

Peran Pemain Kunci dan Nasib Masa Depan Solari di Madrid

Dilihat dari pembelian Madrid musim ini dibilang cukup bagus dengan mendatangkan salah satu kiper terbaik dunia yaitu Thibaut Curtouis, dengan mahar £35 (sekitar Rp 580 miliar).

Tetapi sang kiper malah diluar ekspetasi fans Madrid, dimana di liga gawang yang dijaga Curtouis sudah kebobolan 31 gol di matchday ke-26 ini berbanding jauh pada saat masih membela Chelsea.

Tidak hanya sang mega kiper, pembelian striker Mariano Diaz Mejia dengan mahar £23 yang digadang-gadang sebagai pengganti Cristiano Ronaldo malah tampil tidak sesuai harapan bahkan lebih sering menjadi penghangat bangku cadangan.

Ditambah lagi dengan striker andalan mereka yang merupakan pemain termahal yang dibeli Madrid 2013 silam “Gareth Bale”, tengah mengalami konflik internal dengan teman satu klubnya dimana saat mencetak gol ia menolak untuk melakukan selebrasi dengan teman klubnya dan sekarang Bale lebih sering duduk di bangku cadangan ketimbang menjadi starter.

Dan Madrid pun sudah memasukkan nama Bale yang akan dijual di bursa transfer nanti.

Baca juga: Apakah Liverpool Bisa Juara Musim Ini?

 

Kekalahan ini membuat masa depan sang pelatih, Solari menjadi abu-abu. Setelah sebelumnya di awal masa kepemimpinannya cukup bagus dengan torehan kemenangan beruntun tanpa kekalahan dan dipercaya menjadi pelatih permanen, tetapi sekarang semua berbeda.

Dari 6 laga terakhir, Madrid sudah kehilangan 2 trofi langsung yaitu Copa Del Rey dan baru ini Liga Champion. Kemungkinan kalau situasi ini terus berlanjut maka Madrid pun akan kehilangan trofi La liga.

Sudah sepatutnya, Solari harus kembali merancang ulang formasi dan strategi jika ia ingin Madrid keluar dari situasi sekarang ini dan mencegah hilangnya jabatannya sebagai pelatih.

Kita lihat saja apakah Solari bisa membawa Madrid kembali ke jalur kemenangan dan mempertahankan kursi kepelatihannya.

Please follow and like us:
error
1
Kamu pengen ikutan jadi MEMBER PRIORITAS PakarBet88 seperti yang lain? Klik tombol Hijau di bawah ini yah. (Bebas Biaya)
Powered by